PROFIL

Fakultas Tarbiyah  Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah  (FT IAI TABAH) Lamongan, tidak dapat dilepaskan dari program Kuliah Kitab Kuning (K3) sebagai upaya pengembangan pelaksanaan sistem pengajaran tradisional tingkat tinggi yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah pada tahun 1986, sebagai embrio keberadaan instansi Perguruan Tinggi (PT) dilingkungan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah (PP TABAH), yang merupakan Pesantren tertua di wilayah Pantura Lamongan (1898M). Dengan jenjang 2 tahun program K3 dimaksudkan jenjang pendidikan di atas SLTA/MA untuk menampung aspirasi belajar bagi lulusan SLTA/MA setempat dan daerah sekitar yang kurang mampu melanjutkan pendidikan ke tingkat tinggi di luar daerah. Dengan berpijak pada hal-hal di atas dan memperhatikan tuntutan masyarakat mengingat semakin padatnya jumlah siswa SLTA/MA di dalam dan di luar Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji, serta didorong oleh panggilan zaman maka timbul gagasan mendirikan Perguruan Tinggi yang kemudian mendapat dukungan dari masyarakat melalui forum musyawarah antar beberapa pimpinan pendidikan dan tokoh masyarakat.

Keberadaan lembaga lain yang menjadi embrio lahirnya  FT IAI TABAH, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Lamongan yang membuka kelas di PP TABAH atas permintaan masyarakat wilayah Paciran seiring dengan kebutuhan sarjana Strata Satu sebagai syarat mengajar di lembaga pendidikan formal, dengan  Jurusan Pendidikan Agama Islam  yang terhitung sejak 1988 sampai dengan 1993. Dua lembaga inilah yang menjadi bekal para pengasuh PP TABAH unutk kemudian mendirikan Perguruan Tinggi dengan terlebih dahulu mendirikan sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial sebagai badan penyelenggara Perguruan Tinggi. Tepatnya pada hari Jum’at tanggal 10 Pebruari 1989, dihadapan seorang notaris Rochajah Hanum, SH. Lamongan dengan akta notaris nomor 07 tahun 1989, mengingat kondisi beberapa personil pengurus Yayasan pada tahun 1994 dilaksanakan  reformasi pengurus , dari hasil rapat pengurus yayasan telah tersusun personalia baru tersebut yang dilegalisir dengan nomor : 28858 pada tanggal 17 Juni 1994 oleh notaris RINA HARTATI MULYONO, SH.

Dengan berbekal akta notaris, susunan pengurus, dan AD dan ART yayasan yang terkumpul dalam proposal pengajuan pendirian perguruan tinggi, maka yayasan pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah secara resmi mengajukan pendirian Sekolah Tinggi yang diberi nama Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Drajat (STAIDRA) kepada Dirjen Pendidikan Tinggi Islam di Jakarta pada Bulan Juli Tahun 1994. Selama satu tahun menunggu, izin pendirian perguruan tinggi STAIDRA turun dengan nomor SK Pendirian Institusi: Nomor 91, tanggal 16 Pebruari 1995, Pejabat yang Menerbitkan SK: Dr. H. TARMIZI TAHER, saat ini dibuka 2 program studi, yaitu program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan. SK Pendirian  Jurusan  Nomor 91, tanggal 16 Pebruari 1995, sedangkan Pejabat yang menerbitkan SK adalah Prof. Dr. Muhammad Aly.

Pada perkembangan pada tahun 2009 Jurusan Pendidika Agama Islam  diajukan akreditasi ke BAN-PT dan hasilnya adalah mendapatkan peringkat B dengan SK BAN PT Nomor  029/BAN-PT/Ak-XI/S1/XI/2008 yang berlaku sampai 13 Nopember 2013, kemudian di akhir masa Akreditasi kembali Jurusan PAI mengajukan Re-akreditasi  dan terbit SK BAN PT Nomor  119/SK BAN-PT/Akred/S/V/2014 dan kembali mendapatkan peringkat B yang berlaku sampai 2 Mei 2019.

Dengan memperhatikan peningkatan animo masyarakat terhadap prodi yang mengarah kepada pendidikan dan pengajaran, maka pada tahun 2012 akhir, pimpinan STAIDRA mengajukan pembukaan jurusan baru. Kali ini jurusan  yang diusulkan adalah Jurusan  Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). SK pendirian dan penyelenggaraan Jurusan PGMI adalah nomor 3656 Tahun 2014 pada tanggal 1 Juli 2014. Adapun pejabat yang bertandatangan adalah Prof. Dr. Nur Syam, M. SI. Pada tahun inilah kemudian  secara formal muncul istilah Jurusan Tarbiyah yang membawahi dua prodi; yakni Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Pada tahun 2016 Jurusan PGMI telah di ajukan akreditasi sesuai SK nomor 323/SK BAN-PT/Ak-PNB/S/VI/2018, PGMI mendapat peringkat C karena baru pertama kali akreditasi dan belum memiliki alumnus.  

Pada pertengahan tahun 2014, pimpinan STAIDRA kembali melakukan pengembangan institusi dengan mengajukan perubahan bentuk dari STAI menjadi INSTITUT dan pada tanggal 16 Agustus 2014, Pimpinan STAIDRA mendapat undangan untuk presentasi perubahan bentuk dari STAI menjadi INSTITUT di hadapan para reviewer yang berasal dari BAN-PT, subdit kelembagaan, dan subdit akademik DIKTIS, setelah melalui proses yang cukup lama dalam penantian, akhirnya pada tanggal 26 April 2016, pimpinan STAIDRA kembali mendapat undangan untuk melakukan presentasi berkaitan dengan pemantapan perubahan bentuk dari STAI menjadi INSTITUT dan pada tanggal 2 Desember 2016, SK perubahan bentuk menjadi INSTITUT telah dikeluarkan dengan No SK 7231 Tahun 2016.

Perubahan status dari STAIDRA menjadi INSTITUT AGAMA ISLAM TARBIYATUT THOLABAH (IAI TABAH) ini memberi otonomi yang besar, dan peluang yang banyak, untuk mengembangkan potensi yang dimiliki serta membawa dampak secara Administratif yakni perubahan Jurusan Tarbiyah menjadi Fakultas Tarbiyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *